So this is the new way of life that i choose gladly.
April 2015, mungkin ini bisa dibilang "my biggest leap in life so far." Karena bukan hal yang instant memutuskan berkomitmen untuk menggunakan hijab seumur hidup saya, InshaAllah.
Sebenernya keinginan untuk menggunakan hijab ini sudah ada sejak dulu tapi lagi-lagi saya selalu menemukan alasan untuk menunda-nunda hidayah itu datang. Sampai suatu saat saya berubah jadi lebih emosian padahal lagi nggak PMS (pre menstrual syndrome), gampang banget stres terutama soal kerjaan dan ujung-ujungnya jadi mudah marah ke orang-orang terdekat untuk masalah-masalah sepele. Saya jadi sering nggak tenang dan merasa selalu ada sesuatu yang kurang dan kosong.
Saya nggak tau apa yang salah saat itu. Karena obat hati adalah masalah soul dan spirituality akhirnya saya coba lebih dekat dengan Yang Maha Pencipta. Banyak melakukan curhat ketika beribadah dan lebih banyak mengkaji ayat-ayatNya. Tapi anehnya perasaan itu masih saja ada. Dengan berbagai percobaan solusi untuk mengatasinya akhirnya saya mencoba untuk menggunakan pashmina ke kantor. Sampai di kantor pashmina itu kok rasanya nggak ingin saya buka, saya merasa lebih tenang dan energi positif saya kembali. Sehari, dua hari sampai satu minggu kebiasaan baru ini terus berlanjut dan hati kecil saya semakin kuat menyatakan bahwa waktu untuk saya sudah tiba, hidayah itu sudah datang dan saya dengan penuh kesyukuran akan menerimanya. Jika dulu saya selalu menolak berhijab dengan berbagai alasan, saat itu rasanya semua menjadi mudah untuk diputuskan.
Dan jadilah saya resmi berhijrah untuk menggunakan hijab. Setelah menggunakannya saya jadi lebih punya "rem" pribadi untuk melakukan hal-hal yang berefek negatif bagi saya pribadi maupun orang lain dan yang paling penting saya merasa lebih tenang.
Alhamdulillah orang-orang di sekeliling saya sangat mendukung keputusan ini, walaupun most of them kaget waktu pertama kali tau hehee. Bahkan beberapa minggu berselang beberapa teman dekat saya juga ada yang berhijab. Masha Allah..
Hakikatnya keputusan berhijab bukanlah kompetisi untuk menunjukkan siapa yang lebih mulia, lebih cantik atau lebih baik daripada yang lain. Karena menutup aurat tanpa berusaha menutup keburukan diri itu juga bukan hal yang sepatutnya. Untuk saya pribadi hijab ini adalah sebagai ikhtiar saya untuk mengenal Tuhan dengan lebih baik lagi, sebagai pakaian tubuh sekaligus penyelimut jiwa saya, dan sebagai wujud menghargai diri sendiri, yang belum baik ini, untuk selalu berusaha menjadi lebih positif.
Begitu banyak cara orang untuk memperbaiki diri dan kehidupannya sebagai manusia, dan janganlah kita begitu mudah menjustifikasi negatif pilihan orang lain. Semoga kita selalu bisa menjadi pribadi yang lebih positif setiap harinya yaa..
Thanks for reading :)



0 comments:
Post a Comment